11 Januari 2022 - 16:33
Iron Dome dan Industri Dirgantara Israel di Ambang Kehancuran

Sebuah outlet media ekonomi Israel mengungkapkan krisis yang menimpa perusahaan industri dirgantara Israel yang merupakan perusahaan milik negara terbesar rezim agresor itu.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Harian ekonomi Zionis, Globes hari Senin (10/1/2022) melaporkan, perusahaan dirgantara Israel menghadapi ancaman nyata terhadap kelangsungan hidupnya.

Perusahaan ini memiliki sekitar 15.000 karyawan dan pekerja, dan menjual produk militernya senilai antara $4 miliar hingga $5 miliar per tahun. Tetapi, perusahaan ini sepenuhnya di tangan politisi dan pejabat pemerintah. Padahal harus menghadapi pasar yang kompetitif, baik secara internal maupun eksternal.

"Ratusan insinyur penerbangan Israel telah meninggalkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dan dipekerjakan oleh perusahaan berbasis pengetahuan lainnya, yang menyebabkan hilangnya hampir 6 persen stafnya tahun lalu saja," tulis Globes.

"Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada berita tentang perkembangan produk perusahaan, termasuk Iron Dome, selama 5 tahun lagi," tegasnya.

Pejabat Zionis sebelumnya telah mengakui kelemahan Iron Dome Israel, dan menyebut rudal Hizbullah Lebanon dapat mengubah Israel (wilayah pendudukan Palestina) menjadi daerah yang berada dalam kubangan perang.(PH)

342/